Janji Bertemu di Surga ( Romantis Karena Allah )

Jumat, 08 Januari 2010

Al-Hazmi bercerita bahwa di kota Kuffah, terdapat seorang pemuda tampan dan rajin beribadah. Suatu ketika ia mampir berkunjung ke kampung Bani an-Nakha. Pada saat itula ia melihat seorang wanita cantik di kampung itu. Ia pun jatuh cinta.

Ternyata, wanta cantik ini pun memiliki perasaan yang sama kepada pemuda itu. Karena perasaannya cintanya itu, akhirnya sang pemuda mengutus seorang untuk melamarnya. Tetapi ayah wanita itu mengatakan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan seorang laki-laki dari sepupunya.

Walaupun demikian, keduanya tetap saling mencintai. Akhirnya sang wanita mengirim pesan kepada pemuda, bunyinya,

” Aku telah tahu berapa besar cintamu padaku, dan betapa besar aku diuji denganmu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan memberikan jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku. ”


Pesan itu dijawab oleh sang pemuda tadi melalui seorang utusan ke rumahnya.

” Aku tidak setuju dengan dua tawaranmu itu. Ak takut pada api yang tidak pernah mengecil dan tidak pernah padam kobarannya yaitu api neraka ”


Ketika pesan itu disampaikan kepada wang wanita, dia berkata,

” Dalam keadaan demikian, ternyata ia masih takut kepada Allah? Demi Allah tiada seorang yang lebih berhak untuk bertakwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu. ”


Kemudian ia meninggalkan segala urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mengisi hidupnya hanya dengan beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, ia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu kepada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus menahan perasaan cinta dan rindu itu, sampai akhirnya ia meninggal dunia.

Sang pemuda sangat sedih dengan meninggalnya kekasihnya itu. Ia pun sering berkunjung ke kuburnya. Pada suatu malam, dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan sangan baik. Dalam mimipi dia sempat berkata,

“ Bagaimanakah keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan sesudah meninggal? “


Sang wanita menjawab, “ Sebaik-baik cinta adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan. “

Pemuda itu bertanya, “ Jika demikian, kemanakah engkau menuju? ”

Wanita menjawab, ” Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di surga, kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak pernah rusak. ”

Pemuda itu berkata, ” Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu. ”

Wanita menjawab, ” Demi Allah aku juga tidak akan melupakanmu. Dan aku minta kepada Allah agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah. ”

Sang pemuda bertanya, ” kapan aku bisa melihatmu? ”

Sang wanita menjawab, ” tak lama lagi kau akan datang melihatku. ”


Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, sang pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadirat-Nya.




DIAMBILI DARI BUKU " BUKAN SEKEDAR CERITA "
pengumpul MB. TAMAM

0 komentar:

Time